Merdeka Bukan Hanya Soal Masa Lalu, Tapi Juga Masa Depan
Liburan antar semester sering kali identik dengan waktu bersantai, berlibur bersama keluarga, atau sekadar melepas penat setelah ujian. Namun, ketika bertepatan dengan bulan Agustus, suasana liburan terasa berbeda. Di setiap sudut kampung berkibar bendera merah putih, anak-anak riang mengikuti lomba tujuh belasan, dan masyarakat bersama-sama menghias jalan dengan pernak-pernik merah putih. Semua itu bukan sekadar hiasan, melainkan wujud syukur atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan darah dan air mata para pahlawan. Bagi saya, mengisi liburan dengan merenungkan arti kemerdekaan adalah pengalaman yang berharga. Kemerdekaan bukan hanya kisah sejarah yang tercatat dalam buku pelajaran, tetapi sebuah warisan yang harus dijaga dan dihidupi dalam keseharian kita.
Seringkali kita menganggap merdeka hanya sebatas terbebas dari penjajahan bangsa asing. Padahal, kemerdekaan memiliki makna yang lebih luas. Bagi generasi muda, merdeka berarti memiliki kebebasan untuk bermimpi, berkarya, dan menentukan arah hidup tanpa terikat oleh rasa takut. Namun, kebebasan itu tidak datang tanpa tanggung jawab. Kita hidup di era modern yang penuh tantangan, mulai dari arus globalisasi, perkembangan teknologi, hingga persaingan kerja yang ketat. Justru di sinilah peran generasi muda diperlukan, bukan hanya menikmati kemerdekaan, tetapi juga menjaga dan mengisinya dengan hal-hal bermanfaat.
Liburan antar semester kali ini, saya mencoba memaknai kemerdekaan dengan cara yang sederhana tetapi bermakna. Saya ikut terlibat dalam kegiatan desa menjelang peringatan HUT RI, mulai dari membantu menghias gapura, membuat lomba untuk adik-adik, hingga menghadiri upacara bendera. Dari sana saya belajar bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong adalah bagian dari jiwa merdeka yang diwariskan nenek moyang kita. Selain itu, saya juga menyadari bahwa mengisi liburan dengan hal-hal produktif adalah wujud menghargai kemerdekaan. Membaca buku, menulis artikel, atau berlatih keterampilan baru adalah bentuk kecil perjuangan diri sendiri agar tidak terjajah oleh rasa malas. Sebab, lawan kita saat ini bukan lagi penjajah bersenjata, melainkan penjajah yang tidak terlihat kemalasan, kebodohan, dan sikap apatis.
Di era digital seperti sekarang, kemerdekaan juga berarti bijak menggunakan teknologi. Kita bebas berpendapat di media sosial, namun kebebasan itu harus disertai kesadaran agar tidak menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, atau hal-hal yang justru merusak persatuan. Merdeka bukan berarti bebas sebebas-bebasnya, melainkan bebas dengan penuh tanggung jawab. Bagi mahasiswa, kebebasan itu bisa diwujudkan dengan memanfaatkan teknologi untuk belajar, menambah relasi, dan memperluas wawasan. Menggunakan internet untuk hal-hal positif adalah salah satu bentuk perjuangan generasi masa kini.
Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil jerih payah para pahlawan. Namun, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan adalah tugas kita bersama. Setiap generasi punya tantangan masing-masing. Jika dulu perjuangan dilakukan di medan perang, maka perjuangan kita sekarang adalah melawan ketertinggalan, kebodohan, dan keterbatasan diri. Liburan antar semester ini menjadi pengingat bahwa merdeka bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga masa depan. Merdeka berarti berani bermimpi besar, berani berkarya, dan berani bertanggung jawab. Dan sebagai generasi muda, kita harus siap menjadi bagian dari perjuangan itu.
Merdeka!!!
https://www.facebook.com/unusaofficialfb
https://www.instagram.com/unusa_official
https://unusa.ac.id
Nama : Adinda Putri Hanantri
NIM : 3330023022
Prodi : Akuntansi

Komentar
Posting Komentar